Ini yang perlu diperhatikan kalau ke Ubud Monkey Forest

Ubud merupakan salah satu wilayah tujuan wisata jika kita berada di Bali. Menjadi lebih dikenal karena Ubud menjadi salah satu lokasi syuting film Eat, Pray, Love yang dibintangi oleh Julia Roberts. Film ini cukup bagus, dan bisa mengambil perhatian kita semua.

Di Ubud juga terdapat salah satu tujuan wisata yang berbeda dari lainnya. Yaitu Ubud Monkey Forest yang jarang ditawarkan di daerah-daerah wisata lainnya, baik di Indonesia maupun di luar Indonesia. Karena di tempat ini merupakan perlindungan untuk kera-kera.

Sebagian besar pengunjungnya adalah wisatawan asing yang berkunjung ke Bali. Tetapi di hari-hari tertentu, apalagi di hari libur nasional, sebagian besar pengunjungnya yaitu wisatawan lokal dan masyarakat Bali sendiri.

Seperti namanya, di sini merupakan hutan yang dipenuhi oleh kera dan tempat ini disucikan karena terdapat sebuah pura di dalamnya. Masuk ke sini kita bisa berjalan kaki mengitari hutan kecil yang masih alami ini dan berinteraksi langsung dengan kera-kera yang ada di dalamnya.

Meski begitu, kita tidak dianjurkan untuk mengganggu kera di sini. Terkadang kera di tempat ini cukup agresif, terlebih lagi jika kita membawa makanan. Mereka akan meminta makanan kita, sebaiknya jika kita tidak ingin berbagi dengan mereka jangan sampai dilihat oleh kera tersebut.

Disarankan juga untuk menyimpan topi, kacamata, ponsel dan lainnya agar tidak diambil oleh kera dan dibawanya pergi. Kera di sini disucikan karena keberadaannya yang di dalam pura. Makanya disarankan untuk tidak mengganggunya.

Sumber gambar: Amazonaws
Sumber gambar: Amazonaws

Meski kita hanya berjalan kaki saja, tetap harus berhati-hati. Karena terdakang kera yang agresif bisa “menyerang” kita meski kita tidak mengganggunya. Sudah ada beberapa kasus yang terjadi pengunjung “diserang” oleh kera.

Mungkin lebih tepatnya si kera terlalu antusias dengan kita, terlebih lagi jika kita memegang sebuah makanan. Karena mereka bisa langsung lompat ke badan, otomatis kita kaget dan takut, makanya dibilang “diserang” oleh kera.

Bahkan ada juga kera yang mengambil botol air mineral yang kita bawa. Seperti yang dialami oleh seorang travel blogger asal Norwegia yang berkunjung ke Monkey Forest Ubud. Ia datang bersama saudaranya dan pacarnya, yang kebetulan mendapat “serangan” dari kera di sini.

Tiba-tiba saja kera melompat dan mengambil air di botol yang sedang dipegang. Kemudian kera tersebut cukup pintar dengan bisa membuka botol dan meminumnya. Juga mereka mengalami kejadian kurang enak dengan sandal jepitnya yang juga menjadi sasaran si kera. Kisah mereka bisa dilihat di sini.

Lokasi hutan kera Ubud ini berjarak kurang lebih 1 km dari pusat desa Ubud, dan 26 km dari Denpasar. Biaya masuk untuk dewasa adalah Rp 10 ribu dan anak-anak sebesar Rp 5 ribu.

Jangan lewatkan juga untuk menginap di hotel murah dari RedDoorz ketika berkunjung ke Bali. Karena kami selalu memberikan layanan yang memanjakan para tamu dengan fasilitas yang telah terstandarisasi meskipun menawarkan harga yang murah dan ramah di saku.

Di Bali sendiri hotel RedDoorz sudah banyak tersebar. Kita bisa memilihnya sesuai dengan yang diinginkan, seperti lokasi, harga, dan fasilitas tambahan lainnya.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s