Indonesia memang memiliki budaya yang beranekaragam. Seperti halnya seni tari, seni pertunjukan hingga perayaan keagamaan pun memiliki ciri khasnya tersendiri.  Begitu pula dengan perayaan Isra Mi’raj, ada banyak daerah di Indonesia yang merayakannya dengan keunikan masing-masing. Isra Mi’raj terasa spesial karena ini adalah saat dimana Nabi Muhammad mendapatkan wahyu dari Allah SWT berupa perintah shalat lima waktu. Berbeda dengan negara-negara lainnya, peyebaran agama Islam di Indonesia dilakukan dengan pendekatan kebudayaan oleh para Wali Songo. Inilah yang menjadikan banyak perayaan Islam yang juga memiliki ritual budaya hampir di setiap daerah.Untuk lebih jelasnya, berikut RedDoorz akan bahas mengenai tradisi Isra Mi’raj di Indonesia yang bisa Anda lihat.

Tradisi Rajeban Peksi Buraq  Yogyakarta 

Sejumlah abdi dalem membawa gunungan memasuki halaman Masjid Gede Kauman saat Grebeg 1 Syawal 1436 H di Masjid Gede Kauman, Yogyakarta, Sabtu (18/7).

Rajeban Peksi Buraq di Yogyakarta menjadi salah satu tradisi Isra Mi’raj yang paling semarak. Kirab budaya yang satu ini memang sudah dilakukan secara rutin selama ratusan tahun yang lalu di keraton Yogyakarta. Dalam tradisi Rajeban Peksi Buraq nantinya Anda akan melihat simbol kendaraan Nabi Muhammad yang terbuat dari kulit jeruk Bali. Simbol kendaraan ini kemudian diarak oleh abdi dalem Kaji Selusin yang berasal dari Bangsal Kencana Kraton Yogyakarta. Mereka memanggulnya bersama-sama menuju ke Serambi Masjid Gede Kauman. Dalam arak-arakan, mereka meletakan juga simbol burung buraq  yang bertengger di tumpukan buah yang terdiri dari rambutan, manggis hingga tebu. Setelah sampai di Masjid, buah-buahan tersebut dibagikan kepada masyarakat yang ada di sekitar sana.

Pawai Obor Bandung

Sejumlah pelajar mengikuti acara pawai obor peristiwa Bandung Lautan Api (BLA), Bandung, Jawa Barat, Senin (23/3).

Bandung juga memiliki tradisinya sendiri untuk menyemarakan momen Isra Mi’raj, yaitu Pawai Obor Bandung. Tradisi Isra Mi’raj di Indonesia ini diadakan di Taman Tegallega. Biasanya acara tersebut akan diramaikan oleh ribuan orang. Para peserta Pawai Obor Bandung mulai menyalakan obor mereka pada pukul 19.00. Setelahnya para peserta akan melewati beberapa rute tertentu untuk nantinya sampai ke titik akhir tujuan. Selama Pawai para peserta juga akan menyerukan yel-yel untuk saling menyemangati.

Rajaban Cirebon

at-taqwa

Cirebon juga m dikenal sebagai salah satu kota yang memiliki tradisi keislaman yang cukup kental, tidak terkecuali pada saat Isra Mi’raj. Saat berkunjung ke Cirebon RedTraveler akan menemukan sebuah perayaan yang dinamakan Rajaban.Nama Rajaban sendiri berasal dari kata Rajab pada Kelender Hijriah. Di Cirebon sendiri tradisi Rajaban dilakukan dengan berziarah ke Plangon. Tempat ini merupakan sebuah makan dari Pangeran Panjuanan dan Pangeran Kejaksan. Tidak hanya itu, Keraton Kasepuhan Cirebon juga sering mengadakan pengajian yang setelahnya, mereka akan membagikan nasi bogana untuk para warga.

Khatam Kitab Temanggung

9401763842_7851e7979e_b

Merayakan Isra Mi’raj memang paling bermakna dengan melakukan kegiatan keagamaan seperti mengaji. Inilah yang masyarakat Temanggung lakukan untuk memperingati Isra Mi’raj. Tradisi mengkaji kitab ini dinamakan Khatam Kitab Arja yang merupakan tulisan dari KH Ahmad Rifai al-Jawi. Dalam kitab tersebut terdapat cerita lengkap mengenai Isra Mi’raj Nabi Muhammad. Pada kesempatan tersebut, kitab tersebut dibacakan oleh dua orang kiai dan masyarakat yang datang pun dengan hikmat mendengarkannya.

Tradisi Nyadran Desa Sirawak

img_5630

Tradisi Isra Mi’raj di Indonesia berikutnya yang bisa Anda lihat yaitu tradisi Nyadran Desa Sirawan. Dalam kirab budaya ini, RedTraveler akan melihat replika hewan berupa badak Sirawak yang di dalamnya diisi sayur dan buah-buahan. Sambil diarak, para penduduk di sini meramaikannya dengan musik lesung dan permainan tradisional thek-thek. Tidak hanya itu, kirab semakin ramai dengan berbagai atraksi seperti tari-tarian yang juga disaksikan oleh warga sekitar.

Ambengan Magelang

ambengan

Ambengan Magelang adalah semacam acara seperti perkumpulan warga sekitar Magelang mulai dari lingkup dusun, RT, RW hingga kampung. Dalam bahasa Magelang, Ambengan sendiri memiliki arti makan. Tradisi makan bersama yang diselenggarakan ini dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Biasanya sebelum acara makan-makan dimulai akan diadakan  pembukaan berupa pengajian. Setelahnya, barulah warga yang hadir makan bersama-sama dalam sebuah wadah besar yang terbuat dari daun pisang. Untuk sajiannya sendiri biasanya berisikan nasi, lauk pauk hingga sayuran. Makan bersama ini juga memiliki arti bahwa semua lapisan masyarakat sama tanpa ada perbedaan status sosial.

Itulah beberapa informasi mengenai tradisi Isra Mi’raj di Indonesia yang bisa Anda lihat. Kalau tradisi di daerah kamu sendiri sepertia apa? Untuk Anda yang akan berlibur di Singapura atau Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Solo, Malang, Manado, Makassar, Palembang, Batam, Bogor, Bali, Yogyakarta dan Surabaya. RedDoorz hardir sebagai tempat penginapan murah dengan fasilitas lengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s