Setelah Asian Games usai, Jakarta kini menjadi sorotan dan tujuan wisata yang semakin menarik bagi banyak wisatawan terutama yang berasal dari mancanegara. Ibu kota negara ini memang memiliki banyak sekali tempat wisata menarik yang bisa dikunjungi. Mulai dari, tempat wisata modern, pusat perbelanjaan hingga tempat wisata bersejarah seperti Monas.  Tugu ikonik yang ada di Jakarta  tersebut memang menjadi tujuan wisata yang wajib dikunjungi jika kamu bertandang ke Jakarta. Untuk lebih jelasnya, berikut RedDoorz akan bahas mengenai wisata Monumen Nasional, yuk simak!

Sejarah Monumen Nasional

Wisata-Monumen-Nasional
Wisata Monumen Nasional : Tugu Monas

Sebelum membahas lebih jauh mengenai apa saja yang ada di Monumen Nasional, mari kita ulas sedikit tentang sejarah dari tempat wisata di Jakarta yang satu ini. Dulu, setelah ibu kota negara sempat berada di Jogjakarta untuk kemudian kembali lagi ke Jakarta, Presiden Soekarno pun berencana untuk membangun sebuah tugu sebagai simbol perjuangan bangsa indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945.

Akhirnya, tepat pada hari ulang tahun Indonesia yaitu pada 17 Agustus 1954, komite nasional pun mengadakan sayembara mencari rancangan terbaik untuk pembangunan Monumen Nasional. Namun, sayangnya dari semua rancangan yang diajukan, Soekarno kurang menyukainya sehingga ia pun meminta bantuan dari R.M Soedarsono untuk melanjutkan rancangan yang telah dibuat oleh Silaban. Dalam rancangannya, R.M Soedarsono memasukan angka 17, 8 dan 45 yang melambangkan hari kemerdekaan Indonesia. Kemudian tugu ini pun dibangun di area seluas 80 hektar. Jadilah, Monumen Nasional diarsiteki oleh R.M Soedarsono, Silaban dan Frederich.

Tentang Monumen Nasional

 

Wisata-Monumen-Nasional
Wisata Monumen Nasional : Tugu Monas

Monumen Nasional sendiri memiliki tinggi 132 meter atau sekitar 433 kaki. Di bagian puncak tugu kamu bisa menemukan sebuah mahkota berbentuk lidah api yang melambangkan semangat perjuangan bangsa Indonesia yang menyala-nyala. Di Jakarta kamu bisa berkunjung ke monumen bersejarah tersebut yang berlokasi di Lapangan Medan Merdeka, Jakarta Pusat.

Adapun rancangan dari Monumen Nasional pun dibuat sedemikian rupa untuk mewujudkan nilai filosofisnya sendiri. Bangunan dari monumen tersebut terdiri dari dua unsur yaitu Lingga dan Yoni. Tugu yang menjulang tinggi pada monumen  adalah Lingga yang melambangkan maskulinitas dan siang hari. Sedangkan, pelatarannya yang berbentuk cawan melambangkan Yoni atau femininitas dan malam hari. Jadilah, keduanya digabungkan sebagai wujud dari kesuburan. Tidak jarang Monumen Nasional juga diartikan sebagai alu dan lesung yang menjadi alat penumbuk padi yang digunakan rumah tangga petani di Indonesia.

Selain tugu utama yang melambangkan Lingga dan Yoni, di area Monumen Nasional kamu juga bisa menemukan kolam yang berada di Taman Medan Merdeka Utara. Kolam tersebut berukuran 25 x 25 meter yang dirancang untuk pendingin udara dan mempercantik area taman Monas sendiri. Masih di area yang sama kamu juga akan menemukan kolam air mancur dan patung Pangeran Diponegoro dengan kudanya. Patung tersebut terbuat dari perunggu yang memiliki berat 8 ton dan merupakan hasil karya dari seminan asal Italia bernama Prof. Coberlato.

Tidak hanya berkeliling di area luar Monumen Nasional saja. Setelah melihat-lihat kolam dan taman di sekitar tugu kamu juga bisa masuk ke terowongan yang berada tidak jauh dari Patung  Diponegoro tadi. Di sana kamu akan menemukan pintu masuk menuju Monas. Kamu bisa membeli tiket masuk  ke dalam museum seharga Rp 20.000 untuk dewasa dan Rp 10.000 untuk anak-anak. Sedangkan, waktu berkunjung ke Monumen Nasional mulai dari pukul 09.00 hingga 16.00.

Museum Sejarah Nasional

Wisata-Museum-Nasional
Wisata Museum Nasional : Diorama

Tidak hanya sekedar tugu simbolis saja. Di dalam Monumen Nasional kamu juga harus mengunjungi Museum Sejarah Nasional. Tempat tersebut berada di kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah. Dengan luas sekitar 80 x 80 meter Museum Sejarah Nasional bisa menampung pengunjung hingga 500 orang. Masuk ke area dalam kamu akan melihat banyak diorama yang terpajang apik di dinding museum. Diorama-diorama tersebut menggambarkan tentang sejarah Indonesia mulai dari masa pra sejarah hingga Orde Baru. Dari seluruh ruangan kamu bisa melihat sebanyak 51 diorama dengan ceritanya masing-masing.

Untuk melihat cerita menyeluruh dari perjalanan bangsa Indonesia, kamu bisa menulusurinya dari sudut timur laut untuk kemudian bergerak searah jarum jam. Cerita-cerita dari masa pra sejarah, masa kerajan Sriwijaya, Majapahit, masa kolonial Eropa, hingga kemerdekaan dan orde baru pun bisa kamu saksikan secara urut dan lengkap di sini.

Ruang Kemerdekaan

Wisata-Monumen-Nasional
Wisata Monumen Nasional : Ruang Kemerdekaan

Selain berisi ruang diorama, di Monumen Nasional kamu pun bisa menemukan sebuah ruangan unik bernama Ruang Kemerdekaan. Ruangan tersebut memiliki bentuk layaknya sebuah amphitheater. Kamu bisa melihat berbagai simbol kenegaraan dan kemerdekaan Indonesia seperti naskah asli proklamasi yang tersimpan rapi di dalam kotak kaca. Selain itu, juga terdapat peta Negara Kesatuan Republik Indonesia berlapis emas hingga bendera merah putih.

Tujuan dari dibuatnya Ruang Kemerdekaan ini yaitu agar para pengunjung bisa mendengarkan rekaman dari pembacaan teks proklamasi oleh Presiden Soekarno. Ruangan tersebut juga berfungsi sebagai ruangan tenang untuk mengheningkan cipta mengingat perjuangan bangsa Indonesia.

Pelataran Puncak Monas

Wisata-Monumen-Nasional
Wisata Monumen Nasional : Pelataran Puncak

Di Museum Nasional kamu juga harus berkunjung ke pelataran puncak Monas. Jika sebelumnya kamu telah membayar tiket masuk ke museum maka untuk naik ke pelataran puncak kamu harus membayar biaya tambahan sebesar Rp 7.500 untuk dewasa dan Rp 3.500 untuk anak-anak. Untuk sampai ke tempat tersebut kamu bisa menggunakan elevator yang berada di sisi selatan. Perlu diingat jangan terlalu sore jika kamu ingin bisa naik ke pelataran puncak. Selain akan lebih ramai, akses ke atas pun akan ditutup oleh petugas. Di Pelataran Puncak kamu bisa melihat pemandangan menakjubkan Kota Jakarta dari puncak tugu. Selain itu, di sini juga  terdapat beberapa teropong untuk melihat objek-objek dari lanskap kota Jakarta. Dari atas puncak tersebut bahkan kamu pun bisa melihat Gunung Salak yang lokasinya berada di Bogor, Jawa Barat, hingga laut lepas di bagian utara kota.

Lidah Api dari Emas

Wisata-Monumen-Nasional
Wisata Monumen Nasional : Lidah api

Tepat di atas Pelataran Puncak terdapat lidah api atau obor yang berukuran 14 meter. Lidah api tersebutlah yang menjadikan tugu Monumen Nasional ikonik karena terbuat dari perunggu seberat 14.5 ton dan lapisan emas seberat 50 kilogram. Awalnya, lidah api tersebut hanya dilapisi emas sebesar 35 kilogram. Namun, pada perayaan 50 tahun kemerdekaan Indonesia, lidah api tersebut pun kembali dipoles dengan emas hingga mencapai berat 50 kilogram. Emas yang melapisi tugu monas tersebut sendiri merupakan sumbangan dari Teuku Markam yaitu seorang pengusaha asal Aceh.

Hal-Hal Seru Di Monas

Lebih dari sekedar melihat indahnya pemandangan kota Jakarta dan mempelajari sejarah. Saat ke Monas kamu pun bisa melakukan banyak kegiatan seru, berikut beberapa diantarnya:

Melihat Air Mancur

Wisata-Monumen-Nasional
Wisata Monumen Nasional : Air Mancur Menari

Monas tidak hanya menarik untuk kamu kunjungi pada siang hari tetapi juga saat malam hari. Kamu bisa menyaksikan sebuah pertunjukan menarik berupa air mancur menari di kolam yang berada di taman Monas. Untuk melihat pertunjukan a tersebut kamu tidak perlu membayar tiket lagi seperti saat kamu masuk ke dalam museum. Kamu bisa datang ke Monas pada pukul 19.00 hingga 20.30 untuk melihat air mancur menari. Meski tidak menggunakan teknologi canggih, sorotan lampu warna-warni di sertai alunan musik khas Indonesia sudah menjadikan pertunjukan air mancur menari sangat mengibur.

Melihat Rusa

Wisata-Monumen-Nasional
Wisata Monumen Nasional : Melihat Rusa

Kamu tidak perlu ke kebun binatang untuk melihat rusa berkeliaran. Di Monumen Nasional pun kamu bisa melihat hewan ini berlalu lalang di area taman kota. Kurang lebih ada sekitar puluhan rusa tutul yang dirawat oleh petugas di sana. Kamu bahkan juga bisa memberi makan rusa-rusa tersebut dengan sayur-sayuran yang dijual oleh para penjual sekitar Monas.

Berkeliling Dengan Kereta

DSC00813_1
Wisata Museum Nasional : Naik Kereta Wisata

Area Monumen Nasional yang sangat luas tentunya cukup menyita tenaga jika kita harus menelusurinya dengan berjalan kaki. Tetapi, tenang, kamu tidak perlu berlelah-lelah untuk mengeksplore Monas karena di sini terdapat fasilitas berupa kereta wisata. Fasilitas tersebut disediakan secara gratis untuk para pengunjung yang ingin berkeliling  Monas. Kamu pun hanya perlu duduk manis untuk melihat pemandangan di sekitar Monas dari atas kereta.

Itulah beberapa informasi mengenai Monumen Nasional yang menarik untuk kamu kunjungi. Kalau kamu sendiri apa pernah berkunjung ke Monumen Nasional? Untuk kamu yang akan berlibur di Filipina, Singapura atau Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Solo, Malang, Manado, Makassar, Palembang, Batam, Bogor, Bali, Yogyakarta dan Surabaya. RedDoorz hadir sebagai tempat penginapan murah dengan fasilitas lengkap.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s