Traveling ke berbagai tempat yang indah memang menyenangkan. Manfaat ini pastinya tak luput dari lingkungan yang terjaga dengan baik dan bersih, sehingga kita bisa mendapatkan pengalaman liburan yang seru.

Tapi, selain keuntungan traveling buat diri sendiri, sudahkah kita juga memberikan treatment yang sama untuk lingkungan sekitar? Saat ini, isu lingkungan seperti polusi udara, sampah plastik yang menumpuk, kurangnya persediaan air bersih ternyata sering ditimbulkan dari kebiasaan traveling, lho. Untuk itu, sebagai traveler yang baik, kamu wajib tahu cara traveling ramah lingkungan seperti berikut ini

Kurangi Penggunaan Barang Berbahan Plastik

imbau-kurangi-penggunaan-kantong-plastik
Kurangi penggunaan sampah plastik merupakan salah satu cara traveling ramah lingkungan

Barang berbahan plastik membutuhkan ratusan tahun untuk bisa terurai, sehingga sangat berdampak buruk bagi lingkungan dan berpengaruh bagi kehidupan mahluk hidup. Mirisnya,  di Indonesia sendiri, sampah plastik mencapai 64 juta ton/tahun di mana sebanyak 3,2 juta ton merupakan sampah plastik yang dibuang ke laut berdasarkan data dari Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Selain itu, terdapat 10 milar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik yang terbuang ke lingkungan. Mengerikan, bukan?

Untuk membantu menyelamatkan lingkungan, hindarilah penggunaan barang sekali pakai saat kamu traveling. Misalnya, ganti sedotan plastik dengan sedotan berbahan stainless steel, kantong belanjaan plastik dengan tote bag berbahan kain, dan membawa botol minum sendiri daripada membeli air minum kemasan plastik. Mudah, kan?

Kurangi Pemakaian Kertas 

Pengurangan kertas membantu tindakan traveling ramah lingkungan
Pengurangan kertas membantu tindakan traveling ramah lingkungan

Selain plastik, kamu juga tidak boleh boros dalam penggunaan kertas. Sebenarnya, bukan bahan kertasnya yang bermasalah, tapi proses produksinya yang membutuhkan banyak pohon, energi, dan air membawa dampak buruk bagi lingkungan.

Bahan baku utama kertas adalah serat kayu (mencapai 95 persen) yang diperoleh dari pohon, sehingga dalam pembuatannya mengharuskan hutan-hutan digunduli. Setiap jam, dunia kehilangan 1.732,5 hektar hutan karena ditebang untuk menjadi bahan baku kertas. Padahal, pohon berfungsi untuk menghasilkan oksigen, membersihkan udara dari pencemaran udara, bahkan menyediakan air bersih. Untuk itu, selagi traveling, kalian bisa minimalisir penggunaan kertas dengan beralih ke teknologi. Contohnya, jika memungkinkan, simpan tiket untuk boarding pass, booking hotel, tiket wisata di smartphone daripada dicetak.

Menggunakan Transportasi Umum

Traveling ramah lingkungan semudah menggunakan transportasi umum
Traveling ramah lingkungan semudah menggunakan transportasi umum

Ada hubungan sangat penting antara menjaga lingkungan dan menggunakan transportasi  umum, yaitu tentang energi sumber daya dan pemanfaatannya.

Bahan bakar kendaraan seperti bensin dan solar berasal dari olahan minyak bumi yang didapat dari bahan energi fosil. Namun, karena populasi penduduk dunia dari semakin banyak, keberadaan bahan bakar ini semakin langka.  Selain itu, bahan bakar tersebut dalam penggunaannya juga menimbulkan polusi udara. Itu sebabnya dengan menggunakan alat transportasi umum, kamu membantu mengurangi eksploitasi energi sumber daya dan emisi gas buang akibat pemakaian kendaraan pribadi. Atau lebih baik berjalan kaki menuju tempat wisata.

Hemat Penggunaan Listrik dan Air

Menghemat penggunaan listrik dan air berdampak besar bagi traveling ramah lingkungan
Menghemat penggunaan listrik dan air berdampak besar bagi traveling ramah lingkungan

Ketika traveling, kita banyak menggunakan layanan milik orang lain. Terkadang, ini membuat sebagian traveler jadi boros memakai fasilitas yang ada karena merasa bukan milik sendiri. Contohnya, seperti penggunaan listrik dan air saat di penginapan.

Jangan lupa untuk mematikan AC ruangan saat hendak berpergian. Begitu juga dengan shower atau keran air harus dimatikan ketika sedang tidak dipakai. Dengan begini, kamu dapat ikut menyelamatkan bumi dari pemanasan global, termasuk dalam mencegah habisnya persediaan air besih.

Jangan Buang Sampah Sembarangan

Tertib tidak membuang sampah sembarangan mewujudkan  traveling ramah lingkungan
Tertib tidak membuang sampah sembarangan mewujudkan traveling ramah lingkungan

Tidak membuang sampah sembarangan adalah cara yang sangat mudah dilakukan, tapi sering diabaikan. Apalagi, di tempat-tempat seperti transportasi umum, pinggir jalan, bahkan tempat wisata. Jika tidak ada tempat sampah terdekat di sekitarmu, simpan dulu saja sampah yang ingin dibuang di tas atau kantong khusus sampah.

Nah, untuk kamu yang traveling ke pantai, jangan pernah sekali-kali membuang sampah ke laut, ya. Karena tiap sampah yang kamu buang akan berdampak untuk kelangsungan makhluk hidup di laut, bahkan produksi garam dari laut yang kita konsumsi sehari-hari.

Jangan Merusak Tempat Wisata

amarilis7-ajakan-untuk-tidak-memetik-bunga-amaryllis.
Taat peraturan tempat wisata adalah bentuk traveling ramah lingkungan

Sebagai RedTraveler sejati, jangan lupa untuk menjaga lingkungan wisata, bukan hanya menikmati keindahannya saja. Taati setiap peraturan yang ada demi mempertahankan kealamian wisata seperti sedia kala. Misalnya, tidak membuang sampah sembarangan, tidak menyentuh koral saat diving, tidak memberi makan hewan sembarangan di kebun binatang, tidak menginjak bunga di taman wisata demi selfie semata, tidak membawa pulang barang berharga milik wisata, dan sebagainya.

Itulah beberapa informasi mengenai traveling ramah lingkungan. Untuk kamu yang akan berlibur di Filipina, Singapura, Vietnam atau Indonesia seperti Jakarta, Semarang, Solo, Malang, Manado, Makassar, Palembang, Banjarmasin, Balikpapan, Pekanbaru, Cirebon, Lampung, Batam, Bogor, Bali, Yogyakarta dan Surabaya, RedDoorz hadir sebagai tempat penginapan murah dengan fasilitas lengkap.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.