Tradisi Unik Bulan Ramadan di Indonesia

Sebagai negara dengan mayoritas pemeluk agama Islam terbesar di dunia, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi yang unik untuk menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini sangat meriah dan telah berlangsung sejak lama. Berikut RedDoorz akan kasih tahu apa saja tradisi unik masyarakat Indonesia dalam menyambut bulan Ramadan!

Meugang

Pembeli memilih daging sapi pada hari pertama meugang (meugang kecil) jelang Ramadan 1439 hijriah di pasar tradisional Inpres Lhokseumawe, Aceh, Selasa (15/5).

Image Credit: http://www.jurnalasia.com

Meugang adalah tradisi memasak daging dan menikmatinya bersama keluarga dan kerabat yang berasal dari masyarakat Aceh. Meugang dilaksanakan setahun tiga kali, yakni Ramadhan, Idul Adha, dan Idul Fitri. Tradisi ini biasanya berlangsung satu hari sebelum bulan Ramadan atau hari raya.  Uniknya, tradisi ini sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu sejak zaman Kerajaan Aceh. Masyarakat Aceh percaya bahwa nafkah yang dicari selama 11 bulan wajib disyukuri dengan tradisi meugang.

Munggahan

1-munggahan

Munggahan adalah tradisi masyarakat Sunda untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan yang dilakukan pada akhir bulan Sya’ban (satu atau dua hari menjelang bulan Ramadhan). Munggahan identik dengan acara makan bersama dengan keluarga, tetangga, teman, dan lain-lain. Selain itu, ada pula yang melakukan kegiatan lainnya seperti mengunjungi tempat wisata, berziarah dan lainnya, yang dasarnya mampu mempererat tali silaturahmi menjelang Ramadan. Munggahan berasal dari Bahasa Sunda unggah yang berarti naik, yang bermakna naik ke bulan yang suci atau tinggi derajatnya. Tradisi munggahan dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah, untuk membersihkan diri dari hal-hal yang buruk selama setahun ke sebelumnya dan agar terhindar dari perbuatan yang tidak baik selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

Dugderan

20170525133211_59267a6bc3836_photo

Dugderan pertama kali digelar pada tahun 1881 oleh Bupati Semarang Raden Mas Tumenggung Aryo Purboningrat. Dugderan merupakan festival khas Semarang yang menandai dimulainya ibadah puasa di bulan  Ramadan. Nama “dugderan” berasal dari bunyi “dug” yang merupakan bunyi bedug yang dibunyikan saat ingin salat Maghrib. Sementara “deran” adalah suara dari mercon yang dimeriahkan oleh kegiatan ini. Dugderan mempunyai ciri khas yaitu adanya warak ngendhog, yaitu mainan anak-anak berwujud hewan dengan ukuran yang besar, yang merupakan akulturasi dari berbagai golongan etnis di Semarang yaitu etnis Cina, etnis Arab dan etnis Jawa. Tujuan digelarnya dugderan adalah selain sebagai hiburan, juga merupakan sarana dakwah islam.

Gebyar Ki Aji Tunggal

shutterstock_1322760395

Gebyar Ki Aji Tunggal adalah tradisi karnaval masyarakat  Jepara yang diselenggarakan setiap tahun sekali yang berbarengan dengan kegiatan tutup tahun pelajaran dan juga menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. Acara yang dikemas dalam karnaval ini menampilkan berbagai macam ragam dan gambaran realita kehidupan saat ini. Gebyar Ki Aji Tunggal ini merupakan perwujudan kekompakan dan persatuan warga desa Karangaji, Jepara, yang diharapkan mampu membuat kehidupan warga menjadi selalu aman, tertib, dan lancar. Selain bertujuan untuk syiar, kegiatan Gebyar Ki Aji Tunggal ini juga untuk mengingatkan masyarakat agar melakukan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan, di antaranya menjaga diri dari maksiat dan meningkatkan amalan ibadah.

Padusan

shutterstock_1320046964.jpg

Masyarakat di daerah Jawa Tengah maupun Yogyakarta memiliki cara tersendiri dalam menyambut bulan Ramadan. Tradisi ini dikenal sebagai padusan. Padusan berasal dari kata adus yang berarti mandi dalam bahasa Jawa. Dalam pengertian budaya, padusan merupakan tradisi masyarakat untuk membersihkan diri atau mandi besar dengan maksud pensucian jiwa dan raga dalam rangka menyambut datangnya hari atau bulan istimewa seperti bulan Ramadan.

Nah, menarik kan? Jadi buat kamu yang mau mengunjungi atau berpartisipasi di acara-acara tersebut, nggak perlu bingung karena RedDoorz telah hadir di hampir semua kota di Indonesia!

 

 

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.