Destinasi wisata untuk pecinta kucing
Destinasi wisata untuk pecinta kucing. (Photo by Kristina Yadykina on Unsplash)

Para pecinta kucing pasti nggak tahan untuk nggak bercengkerama dengan kucing manapun yang ditemuinya, baik kucing peliharaan maupun kucing liar di jalanan. Saking sayangnya sama kucing, berinteraksi dengan hewan satu ini bahkan bisa jadi stress release tersendiri. RedTraveler setuju nggak?

Jika kamu termasuk salah satu pecinta kucing tersebut, coba deh untuk mengagendakan ‘wisata kucing’. Selain kafe-kafe bertema kucing, ada juga destinasi wisata yang benar-benar jadi markasnya para kucing di berbagai negara.

Barangkali kamu mau coba, ini dia destinasi wisata yang cocok buat para pecinta kucing. Yuk, disimak!

Gotokuji Temple, Jepang

Kuil Buddha ini terletak di Setagaya district, Tokyo. Kuil ini terkenal sebagai tempat kelahiran maneki-neko; boneka kucing melambai-lambai yang dipercaya sebagai simbol keberuntungan. Di Gotokuji, ada ribuan maneki-neko berbagai ukuran. Jumlah tersebut terus bertambah karena hampir setiap turis datang ikut meletakkan maneki-neko di sana.

Kepercayaan ini berawal dari legenda yang mengatakan bahwa di periode Edo, era terakhir pemerintahan tradisional Jepang, seekor kucing peliharaan pendeta di kuil ini menyelamatkan seorang raja ke tempat yang aman saat badai petir akan datang. Konon, kucing tersebut memberi isyarat dengan melambaikan satu tangannya ke arah sang raja.

Setelah kejadian itu, raja memilih kuik Gotokuji sebagai tempat pemakaman bagi keluarganya, dan hingga kini maneki-neko yang jadi representasi kucing pembawa keberuntungan seperti dalam legenda tersebut memenuhi area kuil. Mungkin RedTraveler tertarin mengunjunginya kalau ke Jepang?

Kota Kuching, Malaysia

Dari namanya aja seperti udah kebayang, kan kenapa kota ini direkomendasikan buat RedTraveler pecinta kucing datangi? Kota ini memiliki banyak patung kucing, toko-toko yagn menjual pernak-pernik kucing, sampai ada Museum Kucing di Petra Jaya, lho! Museum ini menceritakan relasi antara kucing dengan manusia di Malaysia. Hihi, lucu!

Museum Hagia Sophia, Turki

Bangunan berarsitektur indah ini dibangun pada tahun 537 Masehi sebelum Abad Pertengahan. Fungsi awalnya adalah katedral Kristen Ortodoks Yunani, namun kemudian menjadi Ottoman Masjid Kekaisaran dan sekarang menjadi museum yang menyimpan barang-barang antik bersejarah. Lalu, kenapa jadi ‘wisata kucing’?

Sebab di sana banyak kucing yang awalnya sengaja dibiarkan berkeliaran untuk menangkap tikus. Salah satu kucing penjaga yang jadi ikon museum tersebut bernama Gli. Semoga RedTraveler bisa ke sana dan bertemu Gli, ya!

Parade Kucing, Belgia

Awal mulanya, kota Ypres, Belgia memiliki tradisi melempar kucing dari lantai atas menara lonceng sebagai simbol menolak kesialan. Dulu, kucing identik dengan sihir jahat sehingga masyarakat sekitar takut melihat kucing di lingkungannya. Herannya, kucing-kucing di sana malah semakin bertambah banyak.

Seiring berjalannya waktu tradisi itu menghilang dan malah berganti kecintaan masyarakat pada kucing. Bahkan kini ada parade kucing yang digelar 3 tahun sekali untuk merayakan kehadiran kucing-kucing di kota tersebut. Masyarakat akan memenuhi jalanan dengan kostum-kostum kucing, dan akan ada banyak toko yang menjual pernak-pernik kucing.

RedTraveler yang penggemar kucing, apa sudah mengunjungi salah satu destinasi yang RedDoorz rekomendasikan? Atau jadi berkeinginan mengunjunginya?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.